Langsung ke konten utama

masak Tumis Kakung, yuk!

Hai kawan-kawan!
jumpa lagi nih bersamaku! jadiii, hari ini aku akan memasak Tumis Kangkung!
yeeiiyyy!

sebelum memasak, aku pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan.
yang kubeli saat di Pasar adalah; Kangkung 2 ikat, Bawang Bombay 1, Tomat 2, dan 2 Saori Saus Tiram. karena di Rumah sudah ada Bawang Putih, jadi aku tidak membelinya. aku ke pasar sendirian, karena dekat, dan sudah agak biasa membeli bahan ke pasar. Di Pasar Legi, Kangkung 1 ikat seharga Rp 2.500,00 karena aku membeli 2, aku membayar seharga Rp 5.000,00. cukup murah, bukan? untuk saus tiram, harganya juga Rp 2.500,00 aku membeli 2. untuk Bombay, aku beli 2, seharga Rp 7.000,00.

 sebelum memasak, alangkah baiknya memoyong bawang, kangkung terlebih dahulu. lalu di bersihkan dengan air mengalir. iris Tomat, Bawang putih, dan Bawang Bombay.
panaskan minyak, dengan api kecil saja. lalu masukkan Bawang Bombay yang sudah di iris. jika sudah agak ke kuningan dan sedikit layu, masukkan Bawang Putih. lalu masukkan Kangkung yang sudah dipotong dan di bersihkan secara berkala. masukkan sedikit, lalu di bolak-balikkan hingga Kangkung layu, lalu masukkan kangkung lagi seperti tadi secara terus menerus hingga tidak tersisa. Masukkan Saori saus Tiram, lalu aduk hingga merata. masukkan Tomat.

Akhirnya selesai sudah Tumis Kangkungnya~ Rasanya enak sekali. Kali ini yang makan Tumis Kangkungnya adalah Aku, Ibuku, dan Ayahku. Adikku sedang tidur, hihi!

ini beberapa foto saat aku memasak;



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari ke-Empat : sak masakkk

aku mengawali hariku dengan terjatuh dari kasur, Nayra terllu kuat hingga menendangku jatuh ke lantai. aku membangunkan Nayra, kami berdua sarapan dan membersihkan diri. tak lupa kami beribadah sejenak. selanjutnya kami menuju sanggar, disana sudah banyak orang. lalu kami mulai berjalan menuju pasar, letaknya cukup jauh. kami melewati persawahan. kami akhirnya sampai di Pasar Talun, kami mencari bahan bahan yang hendak kami beli. kali ini aku memasak Tumis Kangkung, tanpa bumbu penyedap pastinya. aku, Nayra, dan Syifa berkeliling pasar. aku mencari Jamur Kancing, tapi ternyata tidak ada sama sekali di pasar. di pasar, aku mendengar banyak sekali berita yang dikeluarkan dari mulut penjual dan pembeli. mereka berdiskusi tentang harga cabai yang kian meningkat, harga tanah yang angka nol-nya tidak dapat dihitung jari lagi, dan sebagainya. aku menjadi teringat dengan singel ketiga milik Hindia yang berkolaborasi dengan Matter Mos yang berjudul Jam Makan Siang. lagunya berisikan tentan...

Hari ke-Enam : Drama!

pagi ini kami bangun lebih awal, untuk mem-packing barang-barang kami untuk kepulangan. setelah itu kami menunggu kakak-kakak untuk memotret kami dan keluarga asuh kami, sembari sarapan dan menyruput teh. lalu kak Inu dan kak Tilot datang, menyapa kami serta mengambil gambarku dan keluarga asuhku. aku mengucapkan Terima kasih dan Minta maaf, aku juga memberikan cindermata untuk orangtua asuhku. setelah pengambilan gambar, kami menuju sanggar ditemani Ibu Sri. sedangkan barang-barang kami diantarkan pak Budi dengan motornya menuju sanggar. di sanggar, kami disambut meriah oleh kakak-kakak dan pengurus sanggar. sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa akan ada perayaan ulang tahun Nara, karena Nara telah mengingatkanku bahwa tanggal 10 Juli nanti adalah hari ulangtahun-nya. kami diperintah untuk menulis kelebihan dan apa yang harus diperbaiki oleh peserta lainnya secara acak. lalu kami diperintah untuk menulis; 1. bagaimana perasaanmu tidak membawa gawai selama ekspedisi? 2. apa yang...

Hari ke-Lima : Puncak!

aku terbangun dari tidurku, aku segera membersihkan diri dan beribadah sejenak. aku dan Nayra menyiapkan tas kami dan melakukan kegiatan bersepeda bersama. saat meleati sanggar, rantai sepeda Angel terlepas, dan ketika aku mengaitkannya kembali, tanganku terjepit. aku kembali kerumah, mengajak Nayra untuk mengunjungi kediaman Fauzan hanya untuk bermain. di rumah Fauzan sangat amat ramai. di sana ada Rakka, Brian, Nara, Fatih, dan Bagas. Bagas bermain dengan kucing dan malah terlihat seperti menyiksanya. aku sebagai pecinta kucing dan memelihara kucing di rumah merasa geram, akhirnya aku memarahi Bagas agar tidak bermain dengan kucing lagi. lalu kami menuju sanggar, kami semua bercengkrama dan bercanda bersama selagi menunggu kakak fasilitator. setelah kakak-kakak fasilitator datang, kami diperintah untuk menuju lapangan diluar untuk bermain bola. kami diperintah melempar bola, tapi sebelumnya kami harus memanggil nama orang yang akan diberikan bola. setelah cukup, kami diperintah k...