Langsung ke konten utama

Hari kedua : Main yuk!

Magelang, 6 Juli 2019

sfx: Bookk... (bukan buku,ok sip)
kalau kalian bingung itu suara apa, itu suara kepalaku yang mengenai lemari di sebelah kasurku, karena Nayra menampar wajahku saat kami berdua sedang tidur. tepat sekali saat itu sedang adzan subuh, aku membangunkan Nayra, tapi ia tertidur sangat pulas, jadinya aku beribadah sendirian. jiwaku masih mengantuk, dan pastinyaa sehabis beribadah aku melanjutkan mimpiku, yang sebenarnya tidak indah-indah banget. karena aku bermimpi aku sedang Ujian Nasional dan tiba-tiba komputerku mati, sedangkan siswa yang lain masih menyala:(

one more fact about me: aku susah dibangunin.

aku dan Nayra bangun sekitar jam 7 an, lalu kami bergegas mandi dan sarapan sejenak. lalu kami berdua bersama bu Sri dan Syifa menuju perkebunan milik bu Sri untuk memetik Tomat. bentuk tomat-nya lebih kecil dibandingkan tomat yang biasa kulihat saat di pasar. kami berhasil mengumpulkan tomat sekitar satu karung! lalu tomat-tomat tersebut di tinggalkan oleh bu Sri di pinggir kebun miliknya untuk diambil oleh pak Budi. lalu aku dan Nayra mengumpulkan bunga liar yang biasa tumbuh dimanapun, hanya iseng saja sih, hehe.


sebenarnya kami mengumpulkan bunga beraneka warna, dan sempat meracangnya menjadi buket bunga mini yang sangat mini, tapi aku buang karena sudah layu juga bunga liarnya,hehe.

Main kuy!!

kami berdua (aku dan Nayra) mengunjungi rumah Angel, yaitu tempat tinggal sementara Rania dan Fefe. kami berbincang-bincang bersama dan sedikit nggosip pastinya. setelah cukup lama bebincang, kami sepakat menuju sanggar dan bermain kartu UNO bersama teman-teman yang lainnya. Bagas membagikan kartunya tapi tidak dengan cara yang benar dan tidak adil. akhirnya aku yang membagikan kartunya dan kami bermain bersama.


setelah cukup lama kami bermain, kakak-kakak dari Jaladwara datang dan mengajak kami berserta teman-teman dari Dusun Sumber untuk bermain permainan kartu yang bernama "Kakak Teladan" yang membutuhkan pemain sekitar 8 orang saja. sebagian yang lain bermain "Tepuk Nyamuk".

Kakak Teladan adalah permainan yang simpel, tapi membutuhkan daya ingat yang baik. karena nama benda di kartu dengan gambar-nya tidak sama, yang malah sedikit 'menyesatkan' aku kerap terbalik-balik saat menyebutkan nama benda di kartu-kartu itu.


aku menyerah, aku mudah pikun kalau disuruh mengingat sesuatu. aku pindah ke kelompok sebelah, yaitu bermain Tepuk Nyamuk. sehabis bermain, tanganku sedikit merah karena tepukan dari teman-teman, tapi rasanya seru sekali~

Membuat Mind Map~

setelah rampung bermain dengan kartu, kami mendapat tugas untuk merancang mind map. salah satu anggota dari kelompok masing-masing ditugaskan untuk mengambil kertas berisikan tema yang harus dibuat menjadi kumpulan pertanyaan. kelompok kami mendapatkan tema "Pangan". kami membuat poin-poin yang berkaitan dengan tema kami, yang nantinya akan dikembangkan menjadi pertanyaan. 



maafkan kaki-ku yang petakilan ini

setelah lumayan lengkap informasi-nya, salah dua dari kami memberanikan maju kedepan untuk
presentasi, yaitu Brian dan Rakka. selain kami, kelompok lain juga mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka.

Brian dan Rakka

Brian dan Rakka

Syams dan Bagas

Wildan dan Leon

Nara dan Fatih

Bermain Permainan Tradisional

Aku kembali ke rumah untuk mengambil botol minumku, saat ingin kembali ke sanggar, Sherel, Fefe, dan Rania menyuruhku untuk balik arah karena kami semua akan bermain di Lapangan Voly. kami dibimbing oleh kak Gallant dalam permainan "Salah Benar", mainnya susah banget, soalnya sering tidak konsentrasi. sebenarnya saat aku mendengar nama-nya kak Gallant seperti familiar, karena salah satu kakak kelas-ku di SMP namanya juga Gallant, bedanya kakak kelasku itu laki-laki.

setelah penat bermain "Salah Benar", kami dibimbing lagi oleh kak Gallant untuk bermain "Bentengan". ditengah-tengah bermain, aku terdorong oleh salah satu lawan. karena aku terlalu kurus, jadi mudah terpental gitu:( selesai bermain kuku ibu jari kaki kiri-ku patah dan luka hingga berdarah, tapi karena aku petakilan dan tidak penurut, aku tetap bermain hingga lukaku tertutupi pasir. tapi aku merasa sangat senang, karena jarang sekali aku bermain permainan seperti ini di kota.



Bakwan Kimpul? apa itu?

Eits, kalau kalian masih berpikir bahwa Bakwan Kimpul seperti Bakwan biasanya yang berisikan sayur dan micin saja, kali ini kamu salah. Bakwan Kimpul lebih sederhana, tapi istimewa. kali ini kami mendapatkan kawan baru untuk diajak berkerja sama memasak Bakwan Kimpul, yaitu Fefe. kami berlima bersama Kak Inu dan Kak Shanty berjalan kaki menuju tempat pembuatan Bakwan Kimpul, yaitu Warung Gorengan Bu Murni. 

Bahan - bahan :

- Kimpul (Bisa diganti Talas)
- Santan
- Air
- Garam
- Duo bawang (Bawang Putih & Merah)
- Tepung Terigu

Oh iya, saat memasuki dapur, aku tidak melihat kalau ada tangga jadi aku terjatuh, syukurlah tidak ada yang pecah ataupun barang yang jatuh. setelah bahan-bahan terkumpul, kami mengupas bawang dan kimpul. aku terlalu takut saat Brian mengupas Kimpulnya, ngawur buanget pokoknya, sampai-sampai tanganku luka sendiri karena malah fokus ke tangan Brian. kami menggoreng Bakwannya, bahkan ada caranya sendiri dalam memasak Bakwan Kimpul!
ambil sekiranya setengah sendok nasi (aku nggak tahu namanya) lalu taruh adonannya di pinggiran wajan lalu pipihkan, tunggu agak kering lalu masukkan ke dalam minyak panas hingga agak kecoklatan. 






setelah itu kami kembali ke sanggar, kami kaget karena kami yang paling lama. setelah itu kami ishoma di rumah masing-masing dan membersihkan diri. malamnya kami kembali ke sanggar untuk presentasi bagaimana kami memasak Bakwan Kimpul, kami pun melakukan refleksi bersama kakak-kakak dan kami membuat logbook harian masing-masing.


Photos : © Jaladwara Wisata Arkeologi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari ke-Empat : sak masakkk

aku mengawali hariku dengan terjatuh dari kasur, Nayra terllu kuat hingga menendangku jatuh ke lantai. aku membangunkan Nayra, kami berdua sarapan dan membersihkan diri. tak lupa kami beribadah sejenak. selanjutnya kami menuju sanggar, disana sudah banyak orang. lalu kami mulai berjalan menuju pasar, letaknya cukup jauh. kami melewati persawahan. kami akhirnya sampai di Pasar Talun, kami mencari bahan bahan yang hendak kami beli. kali ini aku memasak Tumis Kangkung, tanpa bumbu penyedap pastinya. aku, Nayra, dan Syifa berkeliling pasar. aku mencari Jamur Kancing, tapi ternyata tidak ada sama sekali di pasar. di pasar, aku mendengar banyak sekali berita yang dikeluarkan dari mulut penjual dan pembeli. mereka berdiskusi tentang harga cabai yang kian meningkat, harga tanah yang angka nol-nya tidak dapat dihitung jari lagi, dan sebagainya. aku menjadi teringat dengan singel ketiga milik Hindia yang berkolaborasi dengan Matter Mos yang berjudul Jam Makan Siang. lagunya berisikan tentan...

Hari ke-Enam : Drama!

pagi ini kami bangun lebih awal, untuk mem-packing barang-barang kami untuk kepulangan. setelah itu kami menunggu kakak-kakak untuk memotret kami dan keluarga asuh kami, sembari sarapan dan menyruput teh. lalu kak Inu dan kak Tilot datang, menyapa kami serta mengambil gambarku dan keluarga asuhku. aku mengucapkan Terima kasih dan Minta maaf, aku juga memberikan cindermata untuk orangtua asuhku. setelah pengambilan gambar, kami menuju sanggar ditemani Ibu Sri. sedangkan barang-barang kami diantarkan pak Budi dengan motornya menuju sanggar. di sanggar, kami disambut meriah oleh kakak-kakak dan pengurus sanggar. sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa akan ada perayaan ulang tahun Nara, karena Nara telah mengingatkanku bahwa tanggal 10 Juli nanti adalah hari ulangtahun-nya. kami diperintah untuk menulis kelebihan dan apa yang harus diperbaiki oleh peserta lainnya secara acak. lalu kami diperintah untuk menulis; 1. bagaimana perasaanmu tidak membawa gawai selama ekspedisi? 2. apa yang...

Hari ke-Lima : Puncak!

aku terbangun dari tidurku, aku segera membersihkan diri dan beribadah sejenak. aku dan Nayra menyiapkan tas kami dan melakukan kegiatan bersepeda bersama. saat meleati sanggar, rantai sepeda Angel terlepas, dan ketika aku mengaitkannya kembali, tanganku terjepit. aku kembali kerumah, mengajak Nayra untuk mengunjungi kediaman Fauzan hanya untuk bermain. di rumah Fauzan sangat amat ramai. di sana ada Rakka, Brian, Nara, Fatih, dan Bagas. Bagas bermain dengan kucing dan malah terlihat seperti menyiksanya. aku sebagai pecinta kucing dan memelihara kucing di rumah merasa geram, akhirnya aku memarahi Bagas agar tidak bermain dengan kucing lagi. lalu kami menuju sanggar, kami semua bercengkrama dan bercanda bersama selagi menunggu kakak fasilitator. setelah kakak-kakak fasilitator datang, kami diperintah untuk menuju lapangan diluar untuk bermain bola. kami diperintah melempar bola, tapi sebelumnya kami harus memanggil nama orang yang akan diberikan bola. setelah cukup, kami diperintah k...